Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Saturday, 21 November 2015

Martir Cordova, Dampak Revolusi Islam di Andalusia

Mahardi Purnama


Pada tahun 850, seorang pendeta di Cordova dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Tinggi Cordova atas tindakannya menghina dan melecehkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Kematian sang pendeta bernama Perfectus itu rupanya memberikan dampak yang cukup besar bagi komunitas Kristen di ibukota pemerintahan Bani Umayyah.

Orang-orang Kristen yang taat maupun awam datang ke pengadilan tinggi Cordova dan mencela Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Oleh pemerintah, pelecehan terhadap Nabi Muhammad adalah sebuah pelanggaran dan pelakunya akan dikenakan sangsi yang berat sehingga dalam waktu sekitar empat bulan saja, terhitung lima puluh orang dikenakan hukuman mati. Namun, di kalangan Kristen, mereka dikenang sebagai pejuang Kristus. Mereka adalah “Martir Cordova” yang rela mati dan membela ajaran Kristen.

Fenomena Martir Cordova ini terjadi di masa pemerintahan amir Abdurrahman II. Salah satu faktornya disebabkan oleh orang-orang Kristen taat merasa tidak nyaman melihat kondisi saudara-saudara mereka penduduk asli Andalusia hanyut dan tenggelam dalam budaya umat Islam di Andalusia.

Sedikit kembali ke belakang, di tahun 711 M, ketika panglima gagah berani Thariq bin Ziyad tiba di Andalusia. Ia membebaskan penduduk Andalusia dari penindasan Bangsa Visigoth. Sebelum Islam datang, masyarakat Andalusia berada di bawah kekuasaan kerajaan Kristen Visigoth. Pihak kerajaan menetapkan pajak yang tinggi bagi masyarakat kalangan bawah demi kesejahteraan para bangsawan dan pihak gereja. Selain itu, orang-orang yang memeluk agama selain Kristen Katolik dipaksa untuk meninggalkan agama mereka. Jika enggan, mereka akan dihukum bahkan dibunuh. Mereka adalah para penganut Kristen Arian dan Yahudi yang minoritas.

Dalam waktu tiga tahun saja, Thariq bin Ziyad dan pasukannya didukung oleh Musa bin Nushair berhasil menaklukkan Semenanjung Iberia (baca: Andalusia). Seluruh kawasan berhasil dikuasai kecuali wilayah kecil di bagian utara yang menjadi cikal bakal Kerajaan Kristen yang tangguh di kemudian hari.

Sejak penaklukkan, Islam berevolusi di Andalusia dalam berbagai bidang. Di antaranya dalam bidang kebudayaan dan pendidikan. Umat Kristen Andalusia terpengaruh oleh budaya Arab-Islam dalam kehidupan sehari-hari. Maka muncul orang-orang Kristen yang mengikuti gaya hidup umat Islam. Mereka mengikuti gaya hidup umat Islam mulai dari cara berpakaian, cara makan, tidak memakan babi, menyembelih hewan, berkhitan, para wanita mengenakan pakaian tertutup. Mereka ini dikenal dengan sebutan Kristen Mozarab atau Musta’ribah dalam versi bahasa Arab. 

Orang-orang Mozarab adalah salah satu fenomena unik di Andalusia. Mereka orang-orang Kristen yang ter-arabkan. Sebagian besar dari kalangan Mozarab bahkan lupa bahasa ibu mereka (Latin) dan lebih memilih bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari.

Beberapa orang Kristen taat merasa prihatin melihat fenomena yang terjadi. Saudara-saudara mereka yang ter-arabkan telah kehilangan identitas sebagai seorang Kristen. Rasa prihatin ditambah lagi dengan banyaknya saudara mereka yang konversi menjadi muslim. Terhitung pada masa amir Abdurrahman I (756-788) atau hanya sekitar 50 tahun setelah penaklukkan Thariq, 40 persen penduduk Andalusia berpindah agama menjadi muslim. Lewis dalam God Crucible: Islam and The Making of Europe mencatat bahwa pada akhir abad ke-10, jumlah penduduk muslim di Andalusia meningkat menjadi 70 persen dari total populasi. Islam menjadi mayoritas di Andalusia.

Keprihatinan para pendeta dan biarawan terhadap saudara mereka sesama Kristen pada akhirnya menimbulkan rasa kebencian terhadap Islam. Maka terjadilah peristiwa “Martir Cordova” di masa Abdurrahman II. Fenomena Martir Cordova menunjukkan kuatnya arus budaya Arab-Islam yang menerjang penduduk Andalusia.

Dalam bidang pendidikan, umat Islam Andalusia melesat lebih jauh melampaui negeri-negeri Eropa lainnya. Banyak didirikan sekolah dan universitas di kota-kota besar seperti Cordova, Sevilla, Toledo, dan Malaga. Universitas Cordova yang paling populer dan menjadi tujuan para pelajar dari dunia Islam maupun Eropa. Dikabarkan bahwa Paus Sylvestre III pernah menimba ilmu di universitas yang dibangun amir Abdurrahman III ini sebelum menjadi Paus.

Para pelajar yang pernah menimba ilmu di Andalusia, ketika kembali ke negerinya, mereka mendirikan sekolah dan universitas untuk mendistribusikan ilmu yang mereka dapatkan. Para pelajar inilah yang membangun peradaban Barat sehingga melahirkan zaman Renaissance (Rebirth)di Eropa. 

Andalusia merupakan prototipe kejayaan Islam di masa lalu. Selayaknya umat Islam pada hari ini bercermin pada sejarahnya. Membaca serta mengkaji kembali hal-hal yang membuat Islam mampu membangun peradaban Islam yang sedang terpuruk pada hari ini.

#Juara 1 dalam lomba artikel islami yang diadakan oleh LDM-al-Adab FS Unhas

DASAR REVOLUSI MENTAL, TAK BEREVOLUSI 

Yusriah Ulfah Winita 

Setelah Presiden Republik Indonesia menggunakan istilah ‘Revolusi Mental’ setahun silam, frasa tersebut menjadi sesuatu yang marak diperbincangkan. Tidak hanya di kalangan Politikus dan Pejabat Negara, melainkan telah merambah dunia masyarakat biasa, tak terlepas kaum pelajar. Tanggapan mengenai Revolusi Mental pun mulai mencuat. Sehingga menimbulkan banyak spekulasi. Meskipun begitu, istilah tersebut bukanlah hal baru, karena Presiden Pertama RI, Soekarno, malah telah menyuarakannya pertama kali bertahun lalu.

Terlepas dari spekulasi mengenai Revolusi Mental sendiri, ada beberapa hal yang perlu diulas kembali. Baik mengenai tujuan dari Revolusi Mental, ataupun dampak dan proses daripadanya. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, aspek epistimologi ada baiknya dipahami terlebih dulu. Hal ini berguna untuk memahami makna sebenarnya istilah tersebut.

Revolusi Mental berasal berasal dari dua kata, yaitu ‘revolusi’ dan ‘mental. Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), revolusi dapat diartikan sebagai suatu perubahan baik mengenai ketatanegaraan, suatu bidang tertentu, ataupun peredaran bumi terhadap matahari. Sedangkan mental dapat diartikan sebagai hal yang bersangkutan dengan batin dan watak manusia. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa Revolusi Mental merupakan sebuah perubahan  batin dan watak manusia.

Sasaran penerapan Revolusi Mental di Indonesia bertujuan memperbaiki moral bangsa. Tak diyana, maraknya korupsi, bentrokan, perampokan, kenakalan remaja, dan lain sebagainya menjadi objek dari Revolusi Mental. Lebih tepatnya adalah pelaku perilaku tersebut. Revolusi Mental diharapkan mampu memperbaiki moral bangsa yang sangat memprihatinkan saat ini. Namun, sejauh ini belum ada hasil memuaskan dari pencetusan kembali istilah tersebut. Jika ditelaah lebih lanjut, tentu ada beberapa faktor yang mempengaruhi lambatnya proses itu. Salah satu kemungkinan adalah tidak kuatnya landasan Revolusi Mental sendiri.

Sebagai perbandingan, dalam kajian filsafat terdapat cabang yang dikenal dengan istilah ontologi yang mengkaji eksistensi atau keberadaan. Seperti keberadaan Tuhan dapat dilihat dari ciptaan-Nya. Sebelum lahirnya opini tersebut, para filsuf tentu telah melakukan tafakur terhadap realita kehidupan. Semua makhluk hidup maupun benda mati, serta alam dan seluruh jagad raya tentu ada karena ‘sesuatu’. Dan sesuatu itu tentu bukan hal yang biasa. Dan bukan hal biasa itulah Tuhan, yang Dzat-Nya tak mampu lagi terjangkau oleh akal manusia.

Kembali ke Revolusi Mental. Penyebab belum teraplikasinya tujuan dari hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh pondasi yang tidak kuat. Dasar pembangunannya rapuh, sehingga sulit mengaplikasikan. Jika dikaitkan dengan bahasan filsafat di atas, seharusnya Revolusi Mental dibangun berdasar sesuatu yang tidak berevolusi. Dan sesuatu yang tidak berevolusi itulah al-Qur’an. Al-Qur’an berisi wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril. Dan bukankah Allah telah menjamin al-Qur’an akan terus terjaga hingga akhir? Artinya isi dan kandungan al-Qur’an tidak akan berubah.

Berdasarkan pembahasan di atas, penanaman nilai-nilai moral dari al-Qur’an terhadap bangsa tentu mampu mengubah watak dan batin secara perlahan-lahan. Keindahan bahasa dan makna isi al-Qur’an sendiri mampu menggetarkan jiwa. Manakala jiwa telah tergerak berubah menuju kebaikan, maka watak atau perilaku akan mengikut dengan sendirinya. Saat itulah Revolusi Mental telah terwujud. 

Bukan hanya itu, melainkan juga keberterimaan antara makna al-Qur’an dengan logika. Banyak penelitian dewasa ini yang mengkui kandungan al-Qur’an tidak hanya mencakup satu bidang saja melainkan seluruh sendi kehidupan. Bahkan ada ayat-ayat tertentu dalam al-Qur’an ketika dibaca, jin pun ikut bersujud. Jadi, bagaimana dengan manusia yang merupakan makhluk paling sempurna?

Saturday, 13 June 2015

Menghormati Yang Tidak Berpuasa?

12 tahun silam, saat saya baru lulus kuliah, saya sudah menemukan konsep baru yang sangat membingungkan ini: Orang-orang berpuasa diminta menghormati orang-orang yang tidak berpuasa. Maka, saat ramadhan datang, apa salahnya jika tempat-tempat hiburan tetap buka, rumah makan tetap beroperasi penuh, dan sebagainya. Apa salahnya jika klub malam tetap beroperasi. Toh, mereka juga mencari makan, nafkah dari bisnis mereka. Saya membaca tulisan itu di milist (jaman itu belum ada media sosial). Saya masih muda, masih tidak berpengalaman. Saat membaca tulisan tersebut, aduhai, isinya masuk akal sekali. Benar loh, kan kita berpuasa itu disuruh menahan diri, agar jadi lebih baik, masa' kita akan tergoda saat melihat warung buka, masa' kita akan tergoda saat melihat tempat hiburan ada di mana-mana? Full beroperasi. Kalau masih, berarti puasa kita nggak oke. Itu logika yang masuk akal sekali. Tapi saya bersyukur, saya tidak pernah membiarkan "logika" sendirian saat menentukan prinsip-prinsip yang akan saya gigit. Saya selalu memberikan kesempatan mendengarkan pendapat lain.
Menghormati

Baik. Itu mungkin masuk akal, orang-orang berpuasa disuruh menghormati orang-orang tidak berpuasa, tapi di mana poinnya? Apakah orang-orang yang berpuasa mengganggu kemaslahatan hidup orang-orang tidak berpuasa? Apakah orang-orang berpuasa ini punya potensi merusak? Sehingga harus ada tulisan, himbauan, pernyataan: kalian yang puasa, hormatilah orang yang tidak berpuasa. No way, man, itu logika yang bablas sekali. Saya tahu, ada banyak razia penuh kekerasan dilakukan kelompok tertentu atas tempat-tempat hiburan, warung-warung, dll. Tapi itu bukan cerminan kelompok besar muslim di negeri ini. Kelompok besarnya, bahkan tidak suka dengan cara-cara penuh kekerasan ini, pun tidak suka dengan kelompok ini.
Lantas siapa yang seharusnya menghormati?
Default dalam situasi ini adalah: ingatlah baik-baik, ramadhan itu sudah ribuan tahun usianya, 1.434 tahun tepatnya. Bahkan perintah shaum, itu hampir seusia manusia di bumi ini, agama-agama terdahulu juga memilikinya. Kalau itu sebuah tradisi, maka dia lebih tua dibanding tradisi apapun yang kalian kenal, silahkan sebut tradisinya, puasa lebih tua. Maka, tidak pantas, manusia yang usianya paling rata-rata hanya 60 tahun, tiba-tiba mengkritisi puasa, memandangnya sebagai sesuatu yang artifisial, tidak penting, dan sebagainya. Ramadhan adalah bulan paling penting dalam agama Islam, jelas sekali posisinya.
Sama dengan sebuah komplek, itu komplek sudah 1.434 tahun punya tradisi tidak boleh memelihara hewan peliharaan. Kemudian datanglah keluarga baru, membawa hewan yang berisik sekali setiap malam. Siapa yang disuruh menghormati? Wow, warga satu komplek yang disuruh menghormati keluarga dengan hewan berisik? Demi alasan egaliter, HAM, kesetaraan, kebebasan, dan omong kosong lainnya. Kalian tahu, ketika orang-orang tidak punya argumen substantif dalam hidup ini, maka senjata mereka memang hanya itu: kebebasan. Amunisi paling mudah saat melawan agama adalah: kebebasan. Hingga lupa, siapa sih yang over sekali menyikapi situasi ini?
Karena sejatinya, tidak ada pula yang menyuruh warung-warung full tutup, warung-warung makan cukup diberikan tirai saat bulan Ramadhan, semua baik-baik saja. Itu lebih dari cukup. Lantas soal klub malam? Diskotik? Tempat-tempat menjual minuman keras? Kalian punya 11 bulan untuk melakukannya, diminta libur sebulan, apa susahnya? 11 bulan orang lain menghormati kalian melakukannya, maka tiba giliran 1 bulan, apa susahnya mengalah? Tidak perlu sampai ribut, sampai berantem, sampai dirazia, cukup kesadaran diri saja. Tidak ada yang meminta kalian tutup 12 bulan.
Kusutnya masalah ini, kadang yang mengotot sekali justeru sebenarnya beragam Islam. Orang-orang yang beragama lain, sudah otomatis menyesuaikan diri. Saya punya banyak teman-teman non Islam, saat mereka makan siang, mereka dengan sangat respek minta ijin, bisa menempatkan diri dengan baik. Hampir semua agama itu punya ibadah yang harus dihormati. Di Bali misalnya, saat Nyepi, mau agama apapun, semua orang diminta menghormati Nyepi. Tidak ada alasan: kebebasan, boleh dong saya hura-hura saat Nyepi.
Saya tahu, silahkan saja jika kalian tetap punya tapi, tapi dan tapi. Saya hanya mengingatkan: sekali orang-orang mulai terbiasa membalik-balikkan logika, dalam urusan ini, hanya soal waktu, besok lusa akan ada yang bilang: adzan di masjid itu mengganggu. Kemudian orang-orang akan mengangguk, mengamini, benar juga ya, kenapa harus teriak-teriak sih adzannya? Kenapa harus pakai speaker? Kan bisa pakai SMS, miskol, dll. Itu pemeluk agama Islam kok bego banget, tidak tahu teknologi.
Saat itu terjadi, maka silahkan tanggung dosanya, wahai kalian, orang-orang yang bangga sekali dengan logika hidupnya. Bangga sekali dengan kepintarannya berdebat, kalian --mungkin tanpa menyadarinya-- telah memulai menggelindingkan bola salju agar orang-orang lain mulai meninggalkan agamanya.
Terakhir, ada jutaan anak-anak kami yang baru belajar puasa ramadhan ini, saat mereka pulang sekolah TK, SD, saat mereka habis-habisan menahan haus dan lapar, maka jika kalian yang keblinger sekali pintarnya tidak bisa melihat mozaik besar ramadhan, maka lihatlah anak-anak ini, mereka sedang berusaha taat melaksanakan perintah agama--bahkan saat mereka belum tahu-menahu. Hormatilah anak-orang kami ini. Jangan suruh mereka menghormati orang-orang yang tidak berpuasa.

Oleh : Tere Liye

Sunday, 7 June 2015

Mencari Keteguhan Hati


Keteguhan di atas agama Allah adalah tuntunan mendasar bagi setiap muslim yang benar. Yang ingin meniti jalan yang lurus dengan tekad yang kuat dan penuh kesadaran. Hakikatnya, hati begitu mudah berbolak balik. Seperti yang diriwayatkan oleh Ahmad IV/408, Dalam Shohih Al-Jami’ no. 2361 yang mengatakan ‘sesungguhnya perumpamaan hati, seperti ranting yang melekat pada pohon yang mudah diombang-ambingkan angin dari atas ke bawah.  Seperti riwayat diatas, hati begitu mudah untuk berbolak balik, dan tentu seorang mukmin kita membutuhkan keteguhan hati untuk meniti, menapaki jejak dalam agama yang sempurna ini. Mungkin inilah sebagian kecil cara yang dapat kita lakukan dalam meneguhkan hati kita pada-Nya.

1.    Memahami Al-Qur’an

Memahami AL Quran

Al-Qur’an merupakan sarana ketegaran yang utama, ia merupakan tali Allah yang sangat kuat dan cahaya yang nyata. Dan begitupun dengan janji Allah, siapa saja yang berpegang teguh dengannya, maka Allah pun akan menjaganya. Al-Qur’an juga bagaikan tetesan embun yang membasahi jiwa. Mampu menumbuhkan keimanan dan menyucikan jiwa, dengan menjalin hubungan dengan Allah. Pun dengan ayat-ayatnya turun dengan kesejukan dan keselamatan di hati seorang mukmin.

2.    Beramal Shaleh


Beramal Sholeh
Sesunggahnya Allah lebih menyukai amalan-amalan yang berkesinambungan meskipun sedikit. Beramal shaleh merupakan salah satu dari benih-benih yang dapat menumbuhkan ketegaran hati di hati-hati oraang yang beriman. Dan orang yang beriman dan beramal shaleh akan ditunjukkan oleh Rabb mereka kepada jalan yang lurus dengan keimanan mereka.
Sebagaimana dengan firman Allah
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalaim dan Allah berbuat sesuai apa yang Dia kehendaki.” (Ibrahim[14]:27)

3.    Doa

Doa merupakan salah satu pertahanan terkuat yang dimiliki oleh seorang mukmin. Yang dimana Allah sangat dekat kepada hambanya yang mengabarkan keluh dan kesahnya dan mejadikanNya satu-satunya tempat untuk meminta.
“Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang aku, maka jawablah bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan yang berdoa apabila ia memohon kepadaku, maka hendaklah mereka tu memenuhi (segalah perintahku) dan hendaklah beriman kepadaku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah[186]:2)
Dan begitupun dengan doa, ia mampu menumbuhkan ketegaran dan keteguhan kepada hati hambaNya yang berdoa. Dan diantara sifat hamba Allah yang mukmin  adalah bahwasanya mereka menghadapkan wajah mereka kepada Allah dengan senantiasa berdoa agar dia mengokohkah keimanan mereka:
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami.” (Ali-Imran[3]:8)

4.    Berzikir kepada Allah


Zikrullah termasuk salah satu faktor penopang keteguhan yang terbesar.
Perhatikanlah keterkaitan yang erat dari dua perkara ini, yang tersirat dalam firman Allah:
“Hai  orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyanya agar kamu beruntung.” (Al-Anfall[8]:45)
 Maka, Allah telah menjadikan zikrullah sebagai sesuatu terbesar yang menopang ketegaran dalam berjihad.


5.    Senantiasa menyeru agar taat kepada Allah

Berdakwalah kepada manhaj yang shahih dengan mencurahkan waktu, memeras pikiran dan tenaga, serta kepandaian lisannya, di mana pekerjaan dakwah ini menjadi kesibukan utama dan keinginan seorang muslim, maka dalam hal ini akan mampu menghadang langkah setan dalam menyebarkan kesesatan dan fitnahnya.

Berdakwalah, di samping mendapatkan pahala yang besar, juga mendapatkan sarana untuk memperkuat ketegaran, serta membentengi diri dari surut dan merosotnya iman. Dan pula Allah senantiasa bersama para juru dakwah. Dia akan mengokohkan dan meluruskan langkah mereka.

(Disarikan dari buku BAHAGIA DI JALAN TAKWA oleh DR. Nashir Sulaiman Al-Umar, Syaikh Shaleh Al-Munajjid)

Hati Sang Raja Dalam Diri

Hati Sang Raja Dalam Diri

Hati Sang Raja Dalam Hati


Hati adalah sebuah kesempurnaan yang diberikan oleh Allah kepada insan. Dimana hati mampu menyembunyikan sejuta rasa yang tak mampu diketahui oleh manusia. Hal tersebutlah  menjadikan hati sebagai raja dalam diri manusia. 

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Ketahuilah! Sesungguhnya dalam tubuh ini ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak. Maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah! ia adalah hati.”

Hati-hati dengan hati. Karena ia adalah raja dalam diri. Banyak orang yang begitu mudahnya menjual agama mereka hanya demi sekeping harta duniawi. Menukarkan aqidah-aqidah mereka dengan tahta yang tak berarti. Dan begitu mudahnya ia  menyerahkan hatinya pada seorang wanita yang tak mengantarkannya pada tepian cinta sang ilahi.  Merekalah orang-orang yang tak dapat menjaga hatinya dalam hamparan dunia ini.

Harta, tahta, dan wanita. Tiga sesuatu hal yang sangat bernilai dimata orang-orang yang mengejar duniawi. Memburu sedikit demi sedikit dunia,demi memenuhi nafsu mereka yang begitu membara. Dan meninggalkan Akhirat begitu mudahnya.
“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa dan harta kalian, dan akan tetapi Ia memandang kepada hati dan amalan kalian.”

Dalam perkataan baginda Rasulullah shallallahualaihi wasallam menjelaskan bahwa sesunguhnya Allah tidak melihat kepada hambanya berupa rupa dan harta, melainkan amal dan perbuatan kita.  Maka hendaklah kita menghias diri kita dengan amalan yang sempurna yakni amalan yang bermanfaat.

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.“(QS. Al-Isra’:36)

Begitu pun dengan firman Allah. Sesungguhnya hati kita, hati yang selalu kita bawa kemana pun kita tuju, ia akan dimintai pertanggungjawabannya. Keruhnya dan kotornya hati dapat menjadikan kita hina di hadapan sang pencipta.  Namun bagaimanakah bila hati telah terjangkit ketiga fitnah diatas?

Mungkin inilah tanda-tandanya.
1.    Seseorang yang lebih mengutamakan kepentingan dunianya dibandingkan akhiratnya.
2.    Seseorang yang dimana hatinya selalu menunda-nunda dalam bertaubat kepada Allah.
3.    Seseorang yang buruk dalam perangai dan tingkah lakunya.
4.    Seseorang yang sering menunda-nunda sholat.
5.    Seseorang yang yang dimana perhatiannya tertuju pada obsesi dunia.
6.    Seseorang yang enggan mendengarkan nasehat baik dari sekelilingnya.
7.    Dan seseorang yang berpaling dari perkara-perkara yang bermanfaat.

Mungkin itulah sebagian kecil dari tanda-tanda hati yang sedang sakit. Sebuah kebenaran bagi diri kita untuk bersikap terbuka terhadap nasehat-nasehat yang bermanfaat untuk kita. Membuka hati kita, dan membasuhnya dengan penuh keridhoan kepada Allah.

Namun bagaimanakah kita untuk mengobati hati yang sakit itu? Sama halnya dengan racun, tentu meiliki sebuah penawar ampuh atau pun meminimalisir akibat yang ditimbulkan. Mungkin inilah yang dapat dilakukan dalam mengobati hati yang sakit itu.
1.    Senantiasa berada dimajelis-majelis ilmu.
2.    Melaksanakan kewajiban sebagai seorang hamba yaitu beribadah kepada Allah.
3.    Banyak-banyak mengingat Allah dalam setiap aktivitas yang kita lakukan.
4.    Segera bertaubat kepada Allah.
5.     Mentafakkuri hakekat hidup ini dan melihat betapa kecilnya kita  dihadapan Allah.
6.    Dan tetap bermuhasabah diri.

Itulah sebagian kecil yang dapat kita lakukan dalam mengobati hati ini yang sedang sakit. Dengan melaksankakan ketaatan kepada Allah semoga kita diberikan pahala dan ketenangan dalam diri  juga hati kita.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
Menjaga diri haruslah jua menjaga hati. Sebab hatilah sang penggerak dalam diri. Dengan mengingat Allah, semoga diri kita terlindngi dari fitnah di sekitar kita. Maka dari itu, hati-hatilah dengan hati. Wallahu a’lam bisawwab.

Tak Kan Seindah Pink di Atas Putih

Tak Kan Seindah Pink di Atas Putih


Bila cintamu kepadanya hanya sebuah sandiwara, maka lepaskanlah ikatannya. Karena kasih adalah sebuah jalan yang harus ditapaki dengan sebuah kepercayaan, biarlah ia merambat dalam nadimu dalam bentuk kehalalan yang benar, bukan dengan dusta pun keharaman

Dalam pandangan imam Ibnu Qoyyim Rahimahumullah menjelaskan mengenai cinta yang terpuji. Cinta yang terpuji adalah cinta yang memberikan manfaat kepada orang yang merasakan jatuh cinta itu untuk kebahagiaan dunia dan akhiratnya. Cinta inilah yang menjadi asas kebahagiaan. Sedangkan cinta bencana adalah cinta yang membahayakan pelakunya di dunia maupun akhirat dan membawanya ke pintu pintu kenistaan.

Ketika hatimu terpaut pada seseorang maka serahkanlah urusanmu kepada Rabb yang mengusai hati dan rengkuhlah cinta Rabb yang hakiki dalam manis dan indahnya cinta dalam keistiqomaan.

Mencintai. Hati mana yang tak pernah mersakannya? Tentu manusia telah merasakan sedikit banyaknya cerita cinta yang hinggap dalam hatinya. Namun bila kita berbicara mengenai cinta tentu amat erat kaitannya dengan kata cemburu. Bagaimana bila kita merasakan cemburu? Ada sakit yang tertahan dalam hati bukan? Kecewa dengan orang tersebut, atau bahkan tak sungkan-sungkan melampiaskannya kepada sesuatu hal yang tak terpuji. Tapi bagaimana bila yang Cemburu itu adalah Allah? Apakah kita tak memikirkannya, atau tak pernah peduli bila ia merasa cemburu pada kita? Nih mari kita simak yang dibawah ini.

Allah juga cemburu loh!

“Tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah ‘azza wa jallah.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Bukan hanya manusia saja yang memiliki rasa kecemburuan terhadap orang yang ia cintai, namun begitupun jua dengan Allah. Allah cemburu terhadap seorang hamba apabila hati hambanya telah kosong dari kecintaan kepadanya, tidak punya rasa takut kepadaanya, dan tidak mempunyai harapan yang optimis kepada-nya karena hatinya telah terisi oleh hal-hal yang lain darinya.

Kapan Allah cemburu?

“Sesungguhnya Allah merasa cemburu dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.”(HR.Bukhari dan Muslim)

Nah kan, Allah pun cemburu bila kita melakukan hal-hal yang dilarangnya. Dan salah satu bentuk yang di haramkan oleh Allah adalah ikut berpasrtisipasi dalam hari kasih sayang. Apalagi kita telah berada dalam bulan yang katanya penuh istimewa itu.  Tapi kok bisa yah kita diharamkan dalam merayakannya?Hmm... padahal kita kan cuman ingin mengungkapkan rasa suka kita pada seseorang, dan lagi cinta kan adalah sebuah anugrah terindah, iya kan? Masa sih kita harus menyalahkan cinta? Valentine dilarang  salah satu sebabnya seperti ini.


1.Ikut-ikutan

Cinta adalah kata yang seakan tidak ada habisnya untuk dicerita. Ada yang seakan mengagungkannya sebagai rahmat Allah dan adapula yang mengujatnya dalam pandangan berbeda.
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”(HR Ahmad dan Abu Dawud)

Kita sebagai remaja yang cerdas kudu’ harus tahu aturan yang telah ditetapkan dalam islam. Nah salah satunya seperti yang diatas ‘jangan asal ikut-ikutan’ apalagi dengan budaya di luar ajaran islam, mesti hati-hati. Ulama dan MUI telah menetapkan larang dalam merayakan valentines days, namun masih ada juga loh remaja yang masih merayakannya. Gak banget kan?

2.Pejuang cinta?

“Kami tidak pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda nabi Rasulullah;engkau akan di kumpulkan bersama dengan orang-orang yang engkau cintai.” (HR.Bukhari)

Valentine days. Kalian tentu sudah mengenalnya bukan? Yup hari kasih sayang. Sebuah hari dimana orang-orang mengungkapkan cinta kasihnya dalam bentuk yang berbeda-beda. Biasanya sih cokelat dan setangkai bunga yang menjadi primadona dalam hari tersebut, tapi ada juga loh yang mengunggkapkan isi hatinya dalam selembar surat cinta.

Aneh bin ajaib!!! Banyak juga remaja yang beranggapan bahwa tokoh valentine-lah yang menjadi pejuang bahkan pahlawan cinta ketika masa itu. Padahal kita tahu bahwa yang diagungkan juga didambakan oleh remaja masa kini adalah seorang tokoh nashrani. Apa kalian mau di kumpulkan bersama orang-orang nashrani yang jelas-jelas kafir di akhirat nanti? Pasti nggak kan? 
Nah, saat ini banyak diantara remaja muslim yang ikut-ikutan dalam menyambut hari itu. Padahal kita tahu ‘kan kalau valentine days bukan bagian dari kita? Masa iya sih kita mau ikut-ikutan ngeerayain hari itu. Gak banget dehh!!! Kalau mau dipikir-pikir valentine gak ada manfaatnya sama sekali, mulai dari duit kita terkuras habis, bikin malu-maluin, bahkan sampai jatuh pada keharaman loh. Gak mau rugi kan!!!

3.Tak semanis coklat

Pernah merasakan coklat? bagaimana rasanya, manis bukan? Begitupun dengan coklat .disaat hari kasih sayang itu juga banyak muda-mudi yang berlomba-lomba merangkai kata-kata manis nan indah sehingga dapat memikat ‘mangsanya’ dengan rayuan manisnya itu. Begitupun dihari itu, jangan kita mengucapkan kata selamat pada mereka. Karena dengan ucapan tersebut dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan dalam agama ini.
“Adapun memberi ucapan-ucapan selamat pada syiar-syiar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir adalah seseuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’’ Ibnu Qoyyim

4.Cinta satu malam

Ini cinta sejati atau nafsu sejati? Kok bermaksiat mengatasnamakan cinta? Hari valentine sangat identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari sederhana hingga yang kelewatan seperti, pesta, kencan, bertukar hadiah, hingga penghalalan praktek zina secara legal.
“Dan jangan kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al- Isro’[ 17;32])
Jika mendektai saja tidak di perbolehkan, apalagi sampai melakukan zina. Benarkan? Kalau ada cinta yang abadi ngapain kita memberikan hati pada cinta sehari?Jangan sampai cinta yang kita rasakan menjadi sebuah jurang pemisah antara manusia dan Allah.

Tak seindah pink diatas putih
Tak seindah pink diatas putih, tak seindah hati diatas suci. Bilanya cintamu akan tulus padanya, maka tuntunlah ia kepadanya, jadikan cinta kalian berdua dapat berlabuh dalam tepian syurganya. Tidak menjerumuskan orang yang kau cinta pada hal yang telah dilarangnya. Namun, ketika masa belum menunjukkan saat yang tepat, maka pendamlah rasamu padanya. Biarlah cintamu terbungkus dalam diam, hingga pada waktunya Allah akan menunjukkan jodoh yang sesungguhnya. Maka berdoalah kepada Allah. Wallahu a’lam bi sawwab.

Tuesday, 2 June 2015

Pemuda Sang Penggenggam Dunia

Al-Quran merupakan sebuah kitab suci yang di yakini oleh ummat islam. Dalam empat kitab yang di turunkan oleh Allah SWT kepada ummat manusia,  Al-Quran merupakan kitab terkahir dan penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya yakni taurat, zabur, dan injil. Juga, merupakan salah satu rukun iman yang di mana ummat islam harus meyakini bahwa hanya Al-Quran-lah yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan manusia.

Pemuda Sang Penggenggam Dunia

Dewasa ini, banyak pemuda-pemuda islam yang sudah tidak menempatkan kitab suci tersebut di dalam hatinya. Dengan globalisasi dan juga majunya perkembangan teknologi membuat sebagian kalangan pemuda lebih memilih untuk menghabiskan sebagian waktu mereka di tempat-tempat yang semestinya tidak baik untuk mereka. Pesatnya perkembanagn komunikasi di negeri ini menjadikan pemuda jauh lebih mengutamakan alat komunikasinya tersebut dalam bercengkrama dengan orang-orang sekelilingnya, dibandingkan menyempatkan sebagian waktunya hanya demi membaca Al-Quran.

Dalam sebuah peradaban islam, pemuda cukup memberikan sumbangsih yang besar terhadap bangkitnya islam di berbagai belahan bumi lainnya. Dalam catatan sejarah, pemuda islam turut mendominasi dalam berbagai bidang dalam sekeliling kita. Banyaknya pemuda yang berhasil menggoreskan tinta emas dalam peradaban ini, semestinya menjadikan pemuda saat ini dapat bangkit dalam keterpurukan.  

Kita ketahui bahwa sejarah islam hadir dibawah bayang-bayang dua imperium besar yakni Persia dan Romawi.Namun, islam dapat menguasai sepertiga dunia hanya dalam kurun waktu 30 tahun. Pemuda merupakan salah satu hal yang penting dalam membangun pondasi berjayanya islam.

Muhammad Al-Fatih sebagai contoh seorang pemuda yang mengukir sejarah islam dengan pena emasnya yakni mampu menaklukkan sebuah imperium besar yaitu Romawi timuryang dimana telah berkuasa selama 11 abad. Usianya sangatlah muda, ia mampu menaklukkan benteng konstantinopel dengan usia 21 tahun. Namun, di balik itu semua sultan Muhammad Al-Fatih telah menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 juz sejak kecil. Ia menyimpan Al-Quran dalam hatinya dan menjadikan Al-Quran itu sebagai penyemangat dalam menghancurkan benteng kostantinopel itu.

Sejak zaman dahulu pemuda islam telah  menggambil peran-peran penting dalam dunia ini. Begitupun yang dikatakan oleh Ibnu Katsir bahwa para pendukung dari Rasulullah SAW yang paling banyak adalah sosok pemuda. Bisa kita melihat dari contoh yang lain seperti Az-Zubair Bin Awwam seorang pemuda yang telah menjadi anggota pasukan berkuda, tentara yang pemberani, dan pemimpin dakwah islam pada zamannya dalam usia 15 tahun. Ataukah  Sa’ad Bin Abi Waqqash seorang pemuda yang telah menjadi kesatria berkuda Muslimin paling berani di saat usianya yang baru menginjak 17 tahun. Banyak pemuda-pemuda islam yang telah menggetarkan dunia dalam keberaniannya dan kesuksesannya dala usia muda. 

Bagaimanakah pemuda saat ini? Apakah ia telah mengikuti jejak-jejak gemilang dari pemuda terdahulu? Tentulah kita hanya menggeleng kepala saat kita mendengar kabar pemuda islam saat ini. Banyak yang telah di beritakan baik di media surat kabar ataupun televisi mengenai hancurnya Akhlak pada pemuda saat ini.  Mulai pemerkosaan, pembunuhan, narkoba dan masih banyak yang lain. Apa yang menyebabkan mereka dapat menjadi seperti itu? Yang menyebabkan mereka menjadi seperti itu adalah Al-Quran yang telah hilang dalam hatinya. Pemuda-pemuda terdahulu berjuang dalam menegakkan islam dengan dorongan semangat Al-Quran yang ada pada dirinya. 

Bagaimana kita dapat mengembalikan peran pemuda islam saat ini? Yaitu dengan mendekatkannya lagi dengan Al-Quran. Mari kita menebarkan benih-benih kecintaan pada Al-Quarn sejak dini, memberikan pengajaran yang terbaik dalam memahami arti islam, dan mengajak pemuda-pemuda kembali dalam merangkul Al-Quran untuk menjadikannya sebagai penyemangat dalam menjalani setiap rutinitas dalam hidupnya. Sehingga pemuda saat ini dapat berkualitas dan dapat mengukir kembali sejarah islam dalam setiap prestasi-prestasinya dalam dunia yang di tekuninya, dan tetap menjadikan Al-Quran sebagai pelecut dalam tumbuh menjadi pemuda yang rabbani.

La Tahzan !!!

Satu kata sejuta makna. Banyak diantara kita ingin menjadi seorang penulis sejati yang mampu memberikan manfaat bagi sesama. Namun layaknya layar yang telah terkembang, ada saja deru badai yang siap menerjang kita. Banyak diantara kita yang harus menutup buku mimpinya untuk menjadi seorang penulis karena beberapa faktor. Diataranya, malas yang terus mengikuti kita. Selalu menunda waktu untuk menulis. Tidak mau berletih dalam belajar menjadi yang terbaik. Dan selalu ada suara-suara sumbang yang menyayat hati kita, sehingga kita pasrah dan tak ingin menulis lagi.
Namun ingatlah bahwa kita adalah pejuang-pejuang akhir zaman yang siap berperang melalui ujung-ujung pena kita. Menyampaikan kebenaran dan berseru kepada kebajikan dalam setiap tulisan yang kita buat. Tapi mengapa kita harus menulis? 

La Tahzan

• Karena dakwah tak haruslah di mimbar.
Dakwah adalah sebuah mantra indah yang siap menyihir kita untuk tetap saling memegang erat dalam tali agama Allah ini. Tak harus di mimbar dalam menyampaikan kebenaran dan kebajikan. Tapi marilah kita mengores qalam ilahi melalui sebuah tulisan. Luruskan niat bahwa kita menulis untuk membantu agama Allah, hingga keikhalasan itu akan berbuah syurga terhadap hamba-hamba yang menolong Agama Islam.
• Mensyukuri nikmatnya.
Bila lautan yang menjadi tinta penamu, maka itu terlalu sedikit untuk kau tuliskan segala nikmat, rahmat dan kemahadigdayaannya. Menjadi seorang muslim hendaklah kita bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan pada kita. Salah satu bentuk kesyukuran hamba terhadap tuhannya adalah mampu memanfaatkan potensi yang ia milikinya untuk tetap berjihad di jalan Allah.
Banyak nikmat-nikmat Allah yang terhampar ruah diluar sana. dengan semangat yang membara mari kita jelajahi rahmat dan nikmat yang Allah berikan pada diri kita melalu sebuah goresan.
• Membangun peradaban.
Menulislah maka kau akan membangun peradaban yang gemilang. Jika kita mengambil semangat juang para sahabat-sahabat terdekat baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tentu kita akan tahu hakekat dalam hidup ini. kita adalah pemuda-pemuda yang siap membangun peradaban bangsa dalam syariat yang benar. Dengan menulis kita mampu membendung tulisan-tulisan yang tidak layak untuk diterbitkan. Banyak tulisan diluar sana yang mengajak kepada kezholiman, dan tentu disinilah tugas kita sebagai seorang ummat islam dalam membendung tulisan yang tidak bermanfaat bagi kita.
• Menjadi yang diimpikan
Mimpi. Banyak diantara kita yang pernah menyelipkan mimpi dibalik doa-doa yang kita panjatkan dalam setiap sujud kita. Apakah kalian mengenal sosok Asma nadia, Habiburrahman, atau Salim a fillah? Mereka adalah penulis-penulis muslim yang menyumbangkan sumbangsinya terhadap islam melalui tulisan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki mimpi. Kita perlu mimpi untuk melejutkan semangat kita dalam menggapainya, dan satu hal yang terpenting yakni tetaplah berdoa dalam sejud kita.
• La tahzan.
Menulis adalah jalan dakwah yang harus kita tempuh dengan sekuat tenaga. Membutuhkan perjuangan besar dalam menggapainya. Bila kita terjatuh, lekaslah bangkit. Bila kita tersandung, maka bergegaslah bangun. katakan pada dunia bahwa kita memiliki Allah yang memeluk mimpi-mimpi kita. Jangan pernah berhenti untuk terus mencoba. Kegagalan adalah kewajaran, karena ia yang mengajarkan kita untuk menjadi seorang pemenang. La tahzan, Allah selalu bersama kita.

Oleh : Fathul Khair Tabri

Buah Manis Di Atas Ketakwaan

Buah Manis Di Atas Ketakwaan


Remaja. Sebuah fase dimana seseorang sedang mencari identitas diri. Pada masa ini kadang-kadang remaja mencoba melakukan berbagai hal untuk menemukan jati diri mereka yang sebenarnya. Ada yang menemukannya dan ada pul yang berakhir dengan kesalahan dalam mengambil jalan. Dalam gejolak batin yang ia rasakan sering kali ia ingin melakukan apa yang ia inginkan. Ada yang ikut arus dalam pergaulan bebas dan ada pula yang menepikan hatinya dalam jalan dakwah yang benar.
Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam menjalani misi sebagai remaja spritual karena jalan dakwah amatlah berat lagi banyak godaannya, maka cobalah istiqomah dalam jalan dakwah yang ditempuh. Nah mari kita simak yang dibawah ini, cekidot!

Sang idola dunia akhirat

Idola. Remaja masa kini tentu memiliki idola yang mereka damba-dambakan. mulai dari artis Indonesia hingga artis Korea. Mulai dari solois hingga ke boyband dan girlband. Tapi bagaimana dengan remaja muslim yang taat? Tentu mereka lebih memilih idola dunia akhirat mereka yaitu Rasulullah sallallahualaihi wasalllam dibandingkan artis-artis lainnya.
“Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, bagi orang-orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. A-lAhzab[33]:21)
Nabi Muhammad adalah rasul Allah yang terakhir yang diutus untuk menyempurnakan agama-agama sebelumnya. Dalam Al-Quran sendiri menyatakan beliau adalah seseorang yang memiliki akhlak yang agung. Akhlak sangat penting dalam kehidupan manusia karena menyangkut akan nilai dan sikap yang kita rangkaikan dalam masyarakat.
Menjadi seorang remaja spritual tentu harus memiliki akhlak yang baik. Dengan mencontoh kepada baginda Rasulullah tentu kita dapat banyak mengambil kebaikan dan hikmah dari beliau.

Remaja Yang Taat

“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianughrahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah taman yang sebaik-baiknya.(QS. An-Nisa[4]:69)
Seperti yang diatas. Menjadi seorang muslim tentu kita harus taat kepada Allah dan Rasulullah. Apabila menutup aurat adalah syariat yang diwajibkan oleh Allah kepada wanita muslimah maka kita harus melakukannya. Tidak menentang bahkan mengabaikan perintahnya.
Remaja spritual tentu cinta kepada Allah dan Rasulnya bukan? Sama halnya dengan melaksanakan perintah beliau sepenuh hati, dalam menjauhi larangan beliau juga harus sepenuh hati, tanpa malas dan mengelu.

Cinta Yang Semu

Remaja. Sangat erat kaitannya dengan sebuah cinta. Cinta yang datang menghampiri dan membuat jantung berdegup kencang tatkala ia melihat seseorang yang ia cintainya. Namun bagaimana dengan cinta yang suci? Apakah cinta yang suci datang menemui dengan bentuk yang dilarangnya? Tentu tidak. Bisa jadi itu bukanlah sebuah cinta melainkan hanya nafsu yang menghampiri.
Islam melarang umatnya dalam mendekati zina, apalagi melakukannya. Begitupun dengan pacaran, banyak fitnah yang ada didalamnya, dan jelas mendekatkan kita pada perzinahan. Saat ini banyak remaja yang  memiliki pacar, dengan mengatas namakan cinta, keperawanan mereka pertaruhkan. Padahal cinta sejati adalah cinta yang menepi pada keridhoan Allah. Bukan pada jalan yang dimurkai oleh Allah.
Remaja spritual tentu tidak mengenal ‘pacaran’ dalam kamus mereka. Karena hati mereka telah barakar pada kecintaan Allah dan Rasulnya. Dan juga banyak kerugian dalam pacaran yaitu membuang waktu, menghabiskan uang, dan tentunya mendapatkan dosa.
Menjadi sosok remaja spritual adalah menjadi sosok dalam misi merubah dunia atau agent of change. Harus ada keistiqomaan dalam diri dan hati dalam menjalani itu semua. Hingga keiklasan dan ketaqwaan yang ia punya dapat berbuah manis pada tepian syurga yang telah Allah janjikan.
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik dan tambvahannya, dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak kehinaan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.(QS.Yunus[10]:26)

Oleh : Fathul Khair Tabri

Merajut Ukhwah Islamiyah Karena-Nya

Rajutan Ukhuwah Karena-Nya

Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan yang islami) merupakan frase terindah dalam kehidupan seorang muslim, dengannya hidup lebih berarti, dengannya dunia penuh cinta Rabbani, dengannya atmosphere surgawi tergambar. Ia adalah anugerah yang begitu besar dan suatu rasa yang suci. Ia merupakan keniscayaan dari keimanan dan ketakwaan yang memiliki pengaruh positif bagi jiwa-jiwa yang berada dalam naungan-Nya.
Akan tetapi, ketahuilah bahwa persaudaraan itu tidak akan pernah tegak tanpa ada persamaan iman dan keimanan tidak akan sempurna tanpa ada rasa persaudaraan. Sebagaimana persahabatan sejati tidak akan terjalin tanpa kesatuan takwa dan ketakwaan tidak bernilai tanpa persahabatan.
Oleh karena itu, keimanan yang tidak membuahkan persaudaraan, hanya akan melahirkan hubungan atas dasar kepentingan pribadi, sedangkan persaudaraan yang tidak dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan hanya akan memunculkan permusuhan dan kebencian. Hal ini nampak, ketika orang-orang berlomba-lomba mengejar dunia yang hanya memiliki satu pintu. Mereka saling sikut bahkan  menyakiti saudaranya. Mereka lupa bahwa kehidupan duniawi hanya sementara dan membuat lelah para pemujanya, dan akhirat jauh lebih baik dan kekal.
Berbeda kenyataannya dengan jiwa seorang manusia yang dihiasi oleh keimanan dan diwarnai oleh ketakwaan, jika secara tiba-tiba bertemu dengan yang menyerupainya dalam keimanan dan ketakwaan, maka sejak pertama kali bertemu, ia akan langsung merasakan keramahan dari jiwa yang ditemuinya, dan sejak pertama kali berkenalan, ia akan langsung merasakan adanya ketulusan darinya. Sehingga keduanya bersatu dan hati keduanya pun saling menarik merengkuh saudaranya, seolah-olah ia adalah hati yang padu dan dibingkai dengan cinta karena Allah.
Tahukah engkau betapa besar keutamaan persaudaraan atau cinta yang dilandasi cinta karena-Nya ?  berikut akan dijelaskan keutamaan cinta dan persaudaraan yang dirajut karena Allah azza wa jalla :
  1. Cahaya di wajah mereka
    Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah Saw bersabda: “Kelak pada hari kiamat, ada sebagian dari hamba Allah, mereka bukan dari golongan Nabi-nabi, tidak juga termasuk golongan para Syuhada. Namun kedudukan mereka di sisi Allah, membuat iri para Nabi dan Syuhada. Mereka (para sahabat) berkata: ‘Wahai Rasulullah, tidakkan Engkau memberitahukan kepada kami, Siapa mereka itu?’. Nabi bersabda: “Mereka adalah segolongan manusia yang saling mencintai karena ruh Allah (anugrah-Nya), walaupun mereka tidak bertalian keluarga dan tidak ada harta benda yang mereka bagi bersama. Demi Allah! pancaran wajah mereka adalah cahaya dan sungguh mereka diliputi cahaya. Mereka tidak merasa takut, walaupun manusia yang lainnya takut. Mereka tidak merasa sedih walaupun manusia yang lainnya sedih”.
  2. Dosa mereka terampuni
    Hal itu berdasarkan pada riwayat yang dikeluarkan oleh ath-Thabrâny, bahwa Nabi Saw bersabda: “Sesungguhnya seorang Muslim, apabila ia berjumpa dengan saudaranya yang Muslim, lalu ia memegang tangan saudaranya (bersalaman) gugurlah dosa-dosa keduanya sebagaimana gugurnya dedaunan dari pohon yang kering pada hari terjadinya angin topan. Dan Allah mengampuni dosa keduanya walaupun ia sebanyak buih di lautan”.
  3. Pada hari Kiamat, mereka berada di bawah lindungan Arsy Allah
    Imam Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: “Kelak pada hari kiamat, Allah Swt berkata: ‘Dimana mereka yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini, Aku akan melindungi mereka di bawah naungan-Ku. Yaitu hari yang tidak ada tempat berlindung kecuali dibawah naungan-Ku”.
  4. Mereka berada dalam naungan Cinta Ilahi
    Hal itu didasarkan pada riwayat Imam Malik dimana Rasulullah Saw bersabda: “Allah berkata: ‘Kecintaan-Ku menjadi suatu keniscayaaan bagi orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, yang saling mengunjungi karena-Ku dan saling memberi karena-Ku”.
    Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Seseorang pergi mengunjungi saudaranya di kampung lain. Lalu Allah menyiapkan seorang malaikat di tengah jalan (yang akan dilaluinya). Ketika orang itu sampai, malaikat itu bertanya: ‘Hendak kemanakah engkau? Ia berkata: ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di kampung ini’. Malaikat itu bertanya lagi: ‘Apakah kamu ada mengharapkan sesuatu keuntungan dari mengunjunginya?. Ia berkata: ‘tidak’, selain karena aku mencintainya karena Allah ta’ala. Malaikat itu berkata: ‘(ketauhilah) Sesungguhnya aku adalah malaikat yang diutus Allah untuk memberitahukan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya”.
  5. Mereka berada di surga Allah dan keridhoan-Nya.
    Imam Tirmidzy meriwayatkan suatu hadis dari Rasullah Saw. Beliau bersabda: “Barang siapa yang mengunjungi seseorang yang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka seorang penyeru akan menyerunya (malaikat): “kamu telah berbuat baik dan tempat berjalanmu juga baik. Dan kelak, kamu akan mendapatkan suatu tempat (yang baik) di surga”.
  6. Mereka akan dapat merasakan kelezatan Iman.
    Syaikhâny meriwayatkan dari Rasulullah Saw bahwa Beliau bersabda: “Tiga perkara yang apabila seseorang memilikinya, maka ia telah (atau akan) merasakan kelezatan iman; Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dia tidak mencintai saudaranya kecuali karena Allah dan dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu, sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka”.
(Disarikan dari buku Al-UKHUWAH AL-ISLâMIYYAH oleh Abdullah Nâshih Ulwan)